SKK Migas : JIM Bisa Turut Andil Bangun Bojonegoro

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan penutupan lokakarya Teknologi Informasi di Pendapa Kantor Kecamatan Gayam, Rabu (6/4/2016). Kegiatan ini merupakan kerjasama Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B) dengan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Direktur LIMA 2B Mugito Citrapati mengatakan JIM Bojonegoro telah melakukan lokakarya di SMKN Purwosari pada 28 dan 29 Maret 2016 lalu.

“Keberadaan kawan – kawan JIM ini akan menjadi sarana informasi dan promosi tentang potensi desa di Kecamatan Gayam maupun Bojonegoro,” kata Mugito dalam sambutannya.

Dia mengungkapkan, keberadaan JIM juga dapat menjadi penghubung antara operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), masyarakat, dan pemerintah untuk bersama – sama melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Saat ini anggota JIM sudah tersebar di 45 desa di enam Kecamatan Bojonegoro.

“Karena semua masalah intinya ada pada komunikasinya,” ucapnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, keberadaan JIM juga saling bersinergi mendukung program pemerintah melalui website desa (webdes) di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro.

“Kawan – kawan JIM yang sudah kita latih bisa ikut membantu dalam mengelola webdes,” tuturnya.

Baca Juga :   Usulkan Program Pendidikan Ring 1

Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengungkapkan JIM merupakan bagian dari pengembangan dari papan informasi desa di jalur pipa EMCL dan sudah berjalan sejak tahun 2009. Namun, seiring perkembangan teknologi komunikasi berbasis iinternet kemudian dikembangkan melalui JIM.

“P‎erkembangan JIM sangat baik. Seiring perkembangannya, diharapkan JIM mampu mempromosikan semua potensi yang ada di desa untuk mengembangkan ekonomi masyarakat,” papar Rexy.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ami Hermawati, Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ami Hermawati, mengapresiasi lahirnya JIM di wilayah operasi EMCL. Menurut dia, hal ini merupakan peluang bagi desa maupun Pemkab Bojonegoro dalam mempromosikan potensinya.

“Apalagi dengan perkembangan zaman sekarang ini yang serba internet, semua informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Diharapkan JIM bisa menggali dan mempromosikan potensi yang ada sehingga turut andil membangun Bojonegoro,” pesan Ami.

Menurut Ami, Pemkab Bojonegoro maupun desa sekitar wilayah operasi EMCL patut bersyukur dengan sumber daya alam berupa migas di wilayahnya. Karena dengan adanya industri hulu migas ini banyak dampak positif yang diterima masyarakat, pemerintah desa maupun daerah. Baik program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan, maupun pendapatan berupa dana bagi hasil (DBH) migas.

Baca Juga :   Berharap JOBP-PEJ Segera Realisasikan CSR

“Untuk itu kami harapkan dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan agar proyek negara ini berjalan lancar. Karena 30 persen kebutuhan energi nasional dipasok dari Lapangan Banyuurip,” pesan Ami.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P mengatakan, dengan adanya anggota JIM di masing-masing desa di wilayah Gayam ini diharapkan dapat mendukung website desa dan kelompok informasi masyarakat (KIM). Karena para anggota JIM ini telah mendapat pelatihan tentang bagaimana cara mengelola website, mengolah dan menyebarkan informasi melalui teknologi.

“Sehingga selain dapat membantu mempromosikan potensi di masing-masing desa melalui websdes maupun website JIM, juga membangun keterbukaan dan transparansi di tingkat desa,” kata Kusnandaka.

Penutupan lokakarya dihadiri perwakilan dari karang taruna dan kepala desa di 12 Desa Kecamatan Gayam, Camat Gayam, perwakilan SKK Migas Jabanusa, EMCL, anggota JIM, perwakilan Relawan Teknologi dan Informatika (RTIK). (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *