SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta program pendampingan oleh Pertamina EP Sukowati Field berkelanjutan. Sebab, pendampingan bagi pelaku UMKM bisa membantu pemasaran dan memperluas jaringan konsumen.
Kepala Desa Ngampel Purwanto mengatakan, pelaku Kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) Ampel Apik kini dalam melakukan pemasaran lebih mudah dan memiliki jangkauan pasar luas.
“Karena Pertamina EP Sukowati Field telah memberikan dampingan berupa pembuatan izin produk, mempercantik kemasan hingga pemasaran,” katanya, Selasa (1/2/2022).
Sehingga, produk UMKM keripik tempe khas Ngampel ini mampu bersaing di pasaran. Misalnya, lanjut dia, bukan hanya di toko-toko perdesaan, akan tetapi juga di toko modern.
“Dengan kemasan yang cantik para konsumen tentu akan tertarik untuk membeli. Dan mampu bersaing dengan produk lain,” katanya.
Namun, lanjut dia, program pendampingan dari Pertamina EP Sukowati Field harus berkelanjutan agar memberi manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM. Sebab, UMKM yang memiliki produk keripik tempe ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Ya, tentu pendampingan dari Pertamina EP Sukowati Field berkelanjutan agar produk ini bisa terjangkau di pasaran luas. Juga pelaku UMKM bisa lebih kreatif dan berinovasi,” tambahnya.
Sementara itu Senior Officer CID & Relations Zona 11 Achmad Setiadi mengatakan, mendukung kegiatan UMKM di Desa Ngampel untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Yakni dengan melakukan pendampingan dan memberikan beberapa pelatihan. Juga, membantu mempermudah izin produk dan pemasaran,” jelasnya.(jk)