SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora-Sebanyak 17 perusahaan lokal di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menuntut PT. Geo Cepu Indonesia, Kerja Sama Operasi Pertamina EP Cepu, segera membayar invoice (tagihan). Belasan perusahaan lokal tersebut merupakan penyedia barang dan jasa di PT GCI yang mengerjakan sumur minyak tua.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut para perusahaan lokal itu menggelar pertemuan tertutup di salah satu hotel berbintang di Cepu dengan PT GCI, Rabu (6/4/2016). Pertemuan  juga melibatkan Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP, serta Dinas ESDM Blora.
Menurut Direktur CV Karunia Abadi, salah satu vendor GCI, Rustamaji, tagihan yang belum dibayarkan GCI kepada vendor lokal rata-rata satu tahun.
“Dari April 2015 sampai 2016. Kan sudah setahun,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Jumlah tagihan CV Kurnia Abadi yang dibayar GCI mencapai Rp 144 juta. “Bahkan ada vendor tagihannya mencapai milyaran rupiah belum dibayar,” ucap Rustamaji, mengungkapkan.
Hariyono, Direktur CV Barokah, vendor lainnya, mengaku, invoice yang belum dibayar PT GCI mencapai Rp206 juta.
“Kami menuntut PT GCI segera membayarnya,” tegas dia yang mengaku sejak dimulainya rapat berada di luar ruangan.
Salah satu Koordinator vendor lokal, Hariyanto, mengungkapkan, total tagihan GCI kepada vendor lokal nilainya hampir Rp10 Miliar.
“Ini rapat masih berjalan,” katanya saat keluar dari ruang rapat pertemuan.(ams)