Geliat Usaha Kecil Sekitar TPPI

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Keberadaan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tuban, dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

Memasuki kuartal kedua tahun 2016 ini, berbagai usaha mulai bermunculan di sekitar area pengolahan minyak.

Salah satu usaha menjanjikan yakni Warung Kopi (Warkop). Tercatat, sampai kini sudah ada 10 usaha serupa milik warga setempat.

“Bertambahnya sejak beroperasinya TPPI tahun lalu,” kata seorang pemilik Warkop, Atik (35), ketika dijumpai suarabanyuurip.com, di kedai sederhananya, Jumat (8/4/2016).

Janda beranak tiga ini telah menggeluti usahanya sejak 4 tahun silam. Pantang menyerah menji kunci Atik untuk bertahan menggeluti usahanya setelah meninggalnya suaminya setahun yang lalu.

Sebelumnya, ketika suaminya masih hidup usahanya sering memperoleh bantuan dari koperasi TPPI. Sebab, suaminya menjadi salah satu pendiri koperasi karyawan tersebut. Tetapi bantuan tersebut berakhir ketika suaminya meninggal, dan kala itu koperasi memberikan bantuan terkahir sebesar Rp 5 juta.

Baca Juga :   Selama Agustus Parkir Wisata Sepi

“Itu bantuan terakhir yang saya terima,” akunya.

Beruntung, anak sulungnya sudah bekerja di TBBM Tuban. Melalui penghasilan bulannya, kedua adiknya dapat sekolah hingga sekarang. Menggeluti usaha kopi tidak menyurutkan semangat janda ini. Hasil jerih payahnya berhasil membangun rumah layak huni.

“Sedikit demi sedikit keuntungan warung berbuah rumah,” tambahnya.

Ternyata, usaha yang digeluti Atik tak luput dari perhatian warga lainnya. Sejak kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke TPPI pada 11 November 2015 silam, sejumlah warga berhasil menangkap peluang usaha.

Serupa usaha Warkop milik Mursiti (30). Hingga kini warung miliknya jarang sepi dari pelanggan. Baik pemuda setempat, atau karyawan TPPI dan TBBM.

“Lumayan sehari kadang untung Rp 150 ribu,” sambungnya.

Sementara, General Manager PT TPPI, Masputra Agung, ketika ditanya soal pemberdayaan terhadap usaha kecil sekitar pabriknya belum ada. Sebab, minimnya dana yang dimiliki perusahaannya.

Upaya lain, pihaknya melibatkan masyarakat ring 1 untuk menyediakan makan siang bagi karyawan di kantin TPPI.

Diketahui, sejak beroperasinya TPPI sudah ada 6 warung kopi yang berdiri. Sehingga jumlah total dengan warkop lama menjadi 10 warung. Selain itu, banyak pendatang yang membuka usaha butik, atau bengkel sekitar industri mulik pemerintah tersebut.(aim)

Baca Juga :   Bojonegoro Enggan Bayar Hutang Pupuk Rp5,7 milyar

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *