SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Meskipun sudah mengakui adanya kebocoran kilang produksi Mogas 88, di Desa Remen, dan Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) masih menunda rencana simulasi antisipasi kegagalan industri.
Penundaan simulasi ini lantaran minimnya dana milik perusahaan yang diambil alih PT Pertamina sejak tahun 2015 lalu.
“Keterbatasan dana menjadi penyebab utama,†kata General Manager (GM) PT TPPI, Masputra Agung, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui pesan elektroniknya, Senin (11/4/2016).
Pihaknya mengakui, sebulan lalu terjadi kebocoran kilang, dan beberapa peralatan pendukung produksi. Penyebab utamanya menuanya usia kilang, dan terjadinya korosi lantaran berdekatan dengan laut utara Tuban.
Meskipun planing simulasi tertunda, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, terkait rencana simulasi antisipasi kegagalan operasi yang berdampak luas.
“Soal waktunya belum dapat memastikan,†imbuhnya.
Selain itu, sharing kegiatan kilang dan dampaknya sudah pernah di lakukan ke ring 1 saat awal produksi. Sedangkan kegiatan simulasi International Security Port Sytem (ISPS) di pelabuhan, sering dilakukan dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Dia menambahkan, setiap bulan sekali perusahaan juga menggelar simulasi rutin bersama Serikat Pekerja TPPI. Tujuannya mengantisipasi bencana, atau kegagalan di area jetty (dermaga) maupun perairan sekitar TPPI
Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu membenarkan dari sekian perusahaan di Tuban, hanya satu perusahaan yang rutin menggelar simulasi kegagalan industri bersama warga.
Catatannya, sejak tahun 2013 lalu operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), rutin bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban.
“Kita apresiasi keseriusan JOB PPEJ tersebut,†sambungnya.
Menyikapi soal kebocoran kilang TPPI, pihaknya berharap besar manajemen sadar akan resiko kegagalan operasi di setiap industri. Resiko lebih besar terjadi, mankala perusahaan tersebut bergerak di bidang Minyak dan Gas Bumi (Migas). (Aim)