SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
 Bojonegoro – Warga sekitar Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) berharap PT. Pembangunan Perumahan (PP), kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), operator Unitisasi Lapangan Gas J-TB  tidak hanya membangun jalan mulai dari Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu menuju lokasi tapak sumur gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur saja.
Tetapi juga membangun sisanya kearah selatan dari pertigaan masuk lokasi tapak sumur gas tersebut. Sebab, kondisi jalan sepanjang sekira 3 kilo meter (KM) itu juga dalam kondisi rusak parah, dan perlu pemerataan seperti dilakukan kearah utara yang saat ini telah selesai pemerataannya.
“Saya berharap, baik PT PP maupun PEPC sudi kiranya untuk membangun jalan mulai dari pertigaan masuk lokasi menuju arah selatan pertigaan masuk perkampungan Desa Bandungrejo juga,†kata Yasir, warga Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (12/4/2016).
Dia menjelaskan, selain menuju perkampungan Bandungrejo, jalan sepanjang sekira 3 km tersebut juga sebagai poros Kecamatan Ngasem -Gayam juga sebagai poros Desa Bandungrejo ke Kecamatan Ngasem maupun ke desa sekitar lainnya.
“Pembangunan tinggal menyambungkan saja. Karena yang dari arah Timur sudah dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan pavingisasi. Saya yakin jika jalannya bagus, tidak hanya arus lalu lintas saja yang lancar, perekonomian warga juga tidak menutup kemungkinan bisa meningkat pula,†ungkapnya.
“Semoga saja dengan adanya proyek gas J-TB ini bisa merubah semua kondisi warga desa di Kecamatan Ngasem. Selain dibidang infrastruktur juga perekonomian warga. Kalau jalan dari pertigaan menuju tapak sumur gas Jambaran kearah selatan yang belum ikut dibangun pemerataan itu tinggal kurang lebih 3 km, Pak,†sambung Yadin warga lainnya. (Sam)