SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Mengantisipasi merebaknya penyakit kusta, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur gencar melakukan penyuluhan dan pengobatan kepada masyarakat.
Seperti kegiatan penyuluhan penyakit kusta oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sekaran, di balai Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Â Kamis (14/4/2016).
Di hadapan puluhan warga Dr Yulianti memaparkan, Kusta menduduki rangking tertinggi katagori penyakit menular. Di tingkat nasional Jawa Timur menempati urutan nomer satu penderita penyakit kusta.
“Banyak penderita yang malu untuk berobat karena adanya anggapan jika penyakit kusta merupakan penyakit kutukan. Kondisi inilah yang menjadikan penyakit Kusta semakin parah hingga menyebabkan cacat, Â bahkan menular pada anggota keluarga lainnya,” papar Yulianti.
Selama ini petugas kesehatan selalu menjemput bola mendatangi warga yang diindikasikan menderita kusta. Namun yang sering terjadi penderita dan keluarganya selalu mengusir dengan kasar petugas karena malu jika diketahui menderita kusta karena adanya mitos kusta penyakit kutukan.
Padahal penyakit kusta saat ini bisa disembuhkan. Asal penderita mau rutin berobat hingga sembuh. Untuk penderita kusta ringan bisa sembuh dalam waktu 6 bulan hingga 12 bulan. Sedang penderita kusta berat bisa sembuh dalam waktu 12 sampai 24 bulan asal rajin berobat.
“Jangan enggan atau malu memeriksakan anggota keluarga yang menderita Kusta untuk berobat. Apalagi pengobatannya juga gratis,” ungkapnya.
Pemerintah sendiri melalui Menteri Kesehatan Nasional mentargetkan Indonesia bebas penyakit kusta pada tahun 2020. Untuk mencegah tertular penyakit kusta berbagai cara bisa dilakukan diantaranya dengan selalu menerapkan hidup bersih, mengkosumsi makanan bergizi dan tidak menggunakan barang bekas penderita kusta seperti pakaian, wadah makanan dan lainnya. (tok)