SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pengurus Karang Taruna (Kartar) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mempersoalkan kejelasan pengadaan tenaga kerja flagman atau manusia bendera untuk proyek pembongkaran Gas Oil Separation Plant/ Early Production Facility (GOSP/EPF) Lapangan Banyuurip, Blok cepu yang dimenangkan oleh PT. Sarana Indo Persada (SIP).
Ketua Kartar Desa Gayam, Muhammad Aris, mengungkapkan, jika pihak Kartar Gayam sudah mengajukan tenaga untuk ditempatkan pada proyek pembongkaran GOSP/EPF.
“Iya kita sudah ajukan ke PT. SIP,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/4/2016).
Dia menuturkan, untuk kebutuhan tenaga kerja flagman proyek pembongkaran sudah ada kesepakatan antara pihak PT. SIP dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam dan desa terdekat lokasi EPF/GOSP. Sedangkan untuk teknis perekrutannya oleh pemdes diserahkan ke karang taruna. Namun, setelah karang taruna mengajukan tenaga kerja ke PT. SIP hingga saat ini belum ada kejelasan.Â
“Setiap desa mendapat jatah dua. Kami sudah mengajukan tapi sampai sekarang belum ada panggilan,” ungkap Aris.Â
Dikonfirmasi terkait masalah ini, Pengawas Project PT. SIP, Widhi Harsono, menyatakan, untuk masalah tenaga kerja flagman sudah diserahkan kepada masyarakat.
“Pokoknya sudah diserahkan masyarakat, dimana penempatannya yang tahu mereka,” tukasnya.(Roz)Â