Sekitar Sumur Mudi Sepi Perayaan Kartini

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kondisi berbeda terlihat di desa sekitar sumur Mudi yang sepi perayaan hari Kartini. Salah satunya adalah di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, seluruh masyarakatnya tampak sepi tidak larut dalam gegap gempita  euforia perayaan Kartini setiap tanggal 21 April.

Sebab, hiruk pikuk keramaian sudah terjadi pada tanggal 19 April 2016 kemarin, dimana seluruh perangkat desa dan masyarakatnya sibuk mempersiapkan lomba desa yang di gelar  Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Tidak ada kegiatan apapun di desa dalam perayaan Kartini,” kata Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Sukisno, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lingkungan sumur Mudi, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), Kamis (21/4/2016).

Dia mengaku, baru sekali ini seluruh elemen masyarakatnya tidak ikut merayakan hari Kartini, sebagai simbol emansipasi perempuan Indonesia. Padahal biasanya perkumpulan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) aktif menyambutnya.

“Semuanya sudah lelah mempersiapkan lomba desa kemarin,” imbuh Sukisno.

Baca Juga :   Pengamanan Objek Vital di Bojonegoro Ditingkatkan

Tercatat, setiap desa harus menyiapkan 8 unsur penilaian, diantaranya. unsur pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan lainnya.

Meskipun tidak ada perayaan emansispasi perempuan, masyarakatnya diminta tetap mengobarkan semangat melawan budaya patriarki. Jangan sampai  momentum Kartini hanya menjadi prasyarat euforia hari besar Nasional.

Pihaknya menilai, perayaan Kartini bukan hanya soal kegiatan seremonial, tetapi esensi perjuangan Kartini lebih penting untuk diteladani.

Terpantau sejak pagi seluruh sekolah disekitar sumur Mudi Rahayu tidak ada kegiatan peringatan Kartini. Rata-rata siswa belajar seperti rutinitas biasanya.

Sementara, salah seorang warga Desa Rahayu, Warsito, membenarkan tahun ini tidak ada perayaan hari Kartini. Apabila dibandingkan tahun lalu, hampir seluruh sekolah dan PKK setempat menggelar lomba.

“Sepi tidak ada lomba atau pawai,” singkatnya.

Diketahui, hampir diseluruh desa dan elemen masyarakat merayakan peringatan Kartini. Mulai ibu PKK, pelajar, akademisi perguruan tinggi, dan pegawai Rumah Sakit. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *