Kuasai 50 Persen Lapangan Migas di Indonesia, Komisi VII Minta Pertamina Hulu Energi Tingkatkan Produksi

PT Pertamina Hulu Energi sebagai subholding upstream Pertamina, terus melakukan aktivitas unlock value.(foto : dok Pertamina)

SuaraBanyuurip.com – Pertamina Hulu Energi (PHE) telah menguasai lebih dari 50 persen lapangan migas dan menjadi pemain utama sektor hulu migas Indonesia. Komisi VII DPR RI berharap PHE memberikan kontribusi lebih besar dalam mencapai target produksi migas yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyampaikan, PHE telah memberikan kontribusi besar terhadap produksi migas di Indonesia. Pada tahun 2023, realisasi produksi minyak PHE mencapai 415 MBOPD (ribu barel per hari) atau 68 persen dari produksi minyak nasional sebesar 605,5 ribu bph, dan realisasi produksi gas bumi sebesar 1,810 MMSCFD atau 34% dari produksi gas nasional.

Sementara pada tahun 2024 ini, Eddy melanjutkan, PHE menargetkan lifting minyak mencapai 464 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau sekitar 74% dari lifting minyak bumi nasional. Serta target produksi gas bumi mencapai 2,1 MMSCFD atau setara dengan 37% lifting gas bumi nasional.

“Oleh karena itu kami ingin tahu langkah apa saja yang akan dilakukan PHE untuk meningkatkan lifting migas pada 2024 ini,” tegas Eddy saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PHE beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Belum Koordinasi dengan Camat

Selain itu, komisi dewan yang membidangi masalah energi mendesak PHE untuk mendukung proyek abadi Masela, agar dapat mulai berproduksi sesuai target pada tahun 2029, serta berkontribusi terhadap peningkatan produksi migas nasional sejalan dengan peningkatan aset PHE.

“Kami minta PHE bekerja maksimal meningkatkan lifting migas dalam rangka mendukung target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel per hari (BPOD) dan 12 miliar standar kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030,” tegas Politisi Fraksi PAN ini.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PHE Chalid Said Salim menyampaikan sejumlah rencana strategis dalam rangka mencapai target-target tersebut. Ada sejumlah kegiatan yang PHE lakukan pada 2024, seperti pengeboran 768 sumur, dengan rincian 739 sumur untuk eksploitasi atau pengembangan (development) dan 29 sumur untuk eksplorasi.

Chalid menegaskan, kegiatan eksplorasi untuk mencari cadangan migas pada tahun 2024 ini lebih agresif. Jumlah pengeboran sumur eksplorasi pada tahun ini lebih banyak apabila dibandingkan dengan pengeboran sumur eksplorasi pada 2023 sejumlah 17 sumur.

Baca Juga :   Hiswana Migas: Pertashop Mudahkan Masyarakat Pelosok

Selain pengeboran, Chalid menjelaskan, juga terdapat peningkatan dalam kegiatan workover (pengerjaan ulang)/well intervention (intervensi sumur minyak untuk hasil maksimal)/well service (perawatan sumur minyak), yakni dari 31.511 pekerjaan pada 2023, menjadi 32.829 pekerjaan pada 2024.

“Harapan kami dari kegiatan ini bisa lebih meningkatkan produksi migas dan target 2024 teecapai,” pungkasnya.(red)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *