SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himbas) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, memiliki cara unik dalam menyemarakan momentum hari Kartini setiap tanggal 21 April . Salah satu caranya dengan menggelar pameran karya sastra, di kampus yang beroperasi di Jalan Manunggal Tuban ini.
“Mahasiswa harus mulai aktif menulis seperti Kartini,” kata salah satu anggota Himbas Unirow Tuban, Rizal Firmansyah, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi pameran, Kamis (21/4/2016).
Seperti dalam buku kumpulan surat Kartini yang dikirimkan ke beberapa orang penting dimasanya. Mahasiswa harus meneladani sikap tersebut, meskipun dalam keterbatasan Kartini mampu memperjuangkan kaumnya.
Selain itu sebagai akademisi harus memulai introspeksi diri, seberapa jauh makna emansipasi masa kini. Apakah hanya diwarnai dengan kegiatan seremonial, atau sekedar memaki baju kebaya.
“Hal ini yang seharusnya mulai direnungkan,” imbuh Rizal.
Meskipun budaya patriarki ada sisi positif dan negatifnya, mahasiswa harus mengkajinya dari berbagai sudut pandang. Sehingga dapat bersikap bijak soal sistem sosial yang berkembang di masyarakat.
Beberapa karya sastra yang dipamerkan diantaranya, milik mahasiswa bahasa Indonesia yang masih aktif, maupun yang sudah alumni. Sebagian besar karya tersebut sudah pernah dimuat di beberapa media lokal dan Nasional.
Sementara, Rektor Unirow Tuban, Supiana Dian, mengapresiasi kegiatan mahasiswanya. Terpenting dalam momentum emansipasi Kartini, semua mahasiswa harus saling memahami, dan bertoleransi.
“Yang utama aktif menulis sastra maupun karya ilmiah,” singkatnya.
Diketahui, selain pameran sastra banyak mahasiswa juga giat mempraktikan permainan tradisional serupa gobak sodor, dan dakon. Ada juga yang menampilkan musikalisasi puisi, bersama Komunitas Langit Tuban. (Aim)