SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Puluhan akademisi yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serentak mengkampanyekan gemar membaca buku. Bertepatan momentum hari buku Sedunia, akademisi tersebut bercita-cita Tuban menjadi kota literasi.
“Kita berharap masyarakat gemar membaca buku,” kata koordinator aksi damai peringatan Hari Buku sedunia, Mutholibin, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (23/4/2016).
Dalam aksinya, para pelajar terus menyuarakan supaya masyarakat melestarikan budaya literasi. Sedikitnya meluangkan waktu satu jam untuk membaca buku, dan mengabaikan sejenak Media Sosial (Medsos).
“Tanpa membaca buku wawasan seseorang akan pudar,” imbuh pria lulusan UIN Malang tersebut.
Selain mengusung tema literasi, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyadari pentingnya buku. Logikanya kebutuhan membaca buku, sama halnya dengan kebutuhan Medsos, baik Fb, Twitter, Watshap, maupun Line.
â€Saat ini buku semakin ditinggalkan oleh masyarakat di era semi digital,” tambahnya.
Padahal di era digital dan globalisasi saat ini, ketajaman wawasan sangat menentukan kepribadian seseorang. Dimana seseorang bakal bersikap bijak, ketika memiliki ilmu pengetahuan.
Tercatat, aksi pawai dan kirab buku kali ini melibatkan 50 akademisi. Beberapa diantaranya memerankan berbagai profesi, petani, nelayan, pedagang, konglomerat, maupun pendidik.
Selain itu, aksi damai ini diawali jalan longmarch mulai kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, Jalan Pramuka, Jalan Kalijaga Tuban, sampai lingkungan GOR Rangga Jaya Anoraga setempat. (Aim)