SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyoroti sejumlah mega proyek yang dilaksanakan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Proyek yang menelan anggaran puluhan milyar tersebut dinilai tidak sesuai dengan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Sejumlah proyek mercusuar yang dimaksud dewan adalah pembangunan Gedung Pemkab Bojonegoro tujuh lantai yang menelan biaya Rp92 milyar lebih, Gelanggang Olah Raga (GOR) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, yang menelan biaya Rp28 miliar lebih.
“Itu sangat tidak tepat sasaran,†tegas kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto kepada suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, beberapa waktu lalu.
Pembangunan Gedung Pemkab tujuh lantai, misalnya. Menurut Sigit, masih bisa ditunda terlebih dulu. Karena kantor lama masih layak digunakan.
“Sehingga anggarannya bisa dialihkan untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan di kecamatan maupun poros desa yang kondisinya masih memprihatinkan,†kata Sigit, mengungkapkan.
“Dengan perbaikan jalan akan mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Ini yang seharusnya diprioritaskan,†lanjutnya .
Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemkab lebih cermat dalam menggunakan anggaran. Karena pendapatan yang diterima Bojonegoro dari dana bagi hasil migas terus meningkat dengan tercapainya puncak produksi Banyuurip, Blok Cepu, sebanyak 165 ribu barel per hari (bph). Saat ini DBH Migas yang diterima mencapai Rp1,06 triliun.
“Kami di dewan akan mengawasi kegiatan dari masing-masing SKPD, dan serapannya. Karena ini berhubungan dengan hak masyarakat untuk merasakan pembangunan,† tandas politisi Partai Golkar itu.
Selain untuk kebutuhan dasar, Sigit menyarankan, agar pendapatan yang diterima Bojonegoro dari DBH Migas untuk peningkatan sumber daya manusia. Seperti kegiatan pelatihan pemuda maupun tenaga pendidik. Alasannya peningkatan SDM ini merupakan investasi yang akan dirasakan hasilnya dalam jangka panjang.
“Seperti pelatihan guru, ini sangat penting. Karena untuk menghasilkan generasi-generasi berkualitas untuk tahun-tahun mendatang,†pungkasnya.(sam)