SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Beberapa hari terakhir ini pengamen dan kelompok punk terlihat banyak berkeliaran di pertigaan lampu lalu lintas (traffic light) Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Keberadaan mereka membuat resah pengendara dan warga setempat.
“Cukup mengganggu lalu lintas. Selain itu membahayakan keselamatan mereka sendiri karena kondisi lalu lintas yang ramai,” ujar salah satu warga Babat, Sugeng kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (23/4/2016).
Dari pantauan hampir setiap hari beberapa pengamen remaja dan anak-anak ngetem di jalan strategis yang menjadi jalur beberapa kabupaten tersebut. Mereka beroperasi saat lampu merah dan meminta uang kepada pengendara mobil dan lainnya.
Selain pengamen di jalan simpang tiga yang menghubungkan Babat-Tuban- Surabaya, juga sering terlihat kelompok punk berkeliaran. Mereka biasanya duduk bergerombol di bawah traffic light. Jumlah mereka antara tujuh hingga belasan orang.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Seksi Ketertiban dan Ketentraman Umum (Trantibum) Kecamatan Babat, Darmudji tidak membantah.
“Petugas secara berkala mengadakan operasi pengamen dan anak-anak punk.Operasi akan tetap dilanjutkan,” tegas Darmudji.
Hasilnya jumlah pengamen banyak berkurang dengan adanya operasi yang digelar rutin. Sedang untuk anak-anak punk, sesuai pengamatan Darmuji, mereka hanya transit di Kecamatan Babat dan tidak setiap hari ngetem di lampu merah.
“Seminggu lalu petugas menangkap dua anak punk. Mereka berasal dari Semarang dan hanya transit di Babat,” kata Darmudji, mengungkapkan.(tok)