Ubah Mindset Ketergantungan DBH Migas

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Blora, bertekat mengubah mindset ketergantungan terhadap penghasilan dari sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas). Pasalnya, sektor migas selama ini masih belum membuahkan hasil sesuai dengan harapan.

Untuk itu, Bappeda Blora sedang menyusun program terobosan dengan mengoptomalkan kesuburan tanah.  Dengan menggalakkan program pembibitan massal sesuai dengan kecocokan tanah yang ada.

“Seperti di Tunjungan, Durian sangat cocok di sana. Kalau berhasil, maka Blora bisa berkembang dari sektor agrowisata,” ungkap Samgautama Karnajaya, Kepala BAPPEDA Blora, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (25/4/2016).

Program tersbut berbanding dengan impian Blora atas hasil migas yang dikeluarkan dari perut buminya. Impian yang ada sampai saat ini, kata Samgautama, dirasa sangat tidak seimbang. Karena sudah bertahun-tahun Blora menginginkan kucuran dana bagi hasil (DBH) dari migas namun tak pernah sepeserpun bisa didapat.

Hal itu disebabkan potensi Blora yang masih dalam tataran sumur dangkal, yang mana hasilnya tidak sebanding jika dibandingkan dengan Bojonegoro yang menurutnya sudah sampai tataran sumur dalam.

Baca Juga :   Pemilik Lahan Kecewa Kompensasi Ditolak

“Kita sudah bosen menyoal migas. Apalagi ketika harga minyak turun. Selain itu, penghitungan DBH Migas juga tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *