SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah warga Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah sepakan lamanya mengeluhkan suara bising yang disinyalir berasal dari aktivitas reparasi sumur Tapen 1 dan 3 yang di opertaori PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP). Suara bising lebih ketara saat malam hari tiba, hingga radius 1 Kilometer (Km) dari titik ekploitasi minyak.
“Sangat bising suaranya saat malam hari,” kata seorang warga Dusun Tapen, Sholihin (40), kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melelui pesan pendek, Kamis (28/4/2016).
Beberapa warga ingin memprotes dampak reparasi tersebut, tetapi yang ada hanya tiga security yang saban hari berjaga di gerbang sumur.
“Adanya security saja, pihak PEP tak pernah sosialisasi,” imbuh Sholihin yang saban hari bertani itu.
Dia menceritakan, sebelumnya PEP tidak pernah menyosialisasikan aktivitas reparasi kepada warga ring 1. Seberapa besar dampak kebisingannya, dan pengaruh kesehatan warga sekitar.
Selain itu, PEP sulit diajak komunikasi oleh warga, baik soal-soal usulan program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun kefektifan bantuan tersebut.
“Kami mengusulkan adanya jalan menuju makam tapi tak kunjung terealisasi,” tambahnya.
Dia meminta Pertamina EP supaya mengkaji ulang terkait CSR yang telah digulirkan kepada masyarakat ring 1. Penyebabnya bantuan yang diberikan selama ini, hanya dinikmati kelompok tertentu saja.
Berbeda denganyang dialami warga Dusun Malo, Desa Sidoharjo, Senori, Slamet (55), mengaku senang dengan adanya PEP. Selama ini banyak bantuan yang diterima di lingkungannya. Mulai perbaikan infrastruktur fasilitas umum, maupun bantuan ternak.
“Intinya jangan diberikan kompensasi uang tunai,” pesan petani melon ini.
Program CSR lebih efektif diarahkan ke pelatihan ekonomi saja. Sebab, banyak ibu rumah tangga maupun pemuda yang masih menganggur.
Sementara, beberapa panggilan yang dilakukan Suarabanyuurip.com, sejak pukul 15:54 WIB kepada Staf Public Relation Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Aulia Arbiani, belum ada jawaban.
Beberapa pesan singkat maupun WhatsApp, sampai berita ini ditulis belum ada jawaban detail soal proses reparasi sumur tersebut.
” Iya mas, sebentar lagi saya balas,” ucapnya singkat. (Aim)