SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Rumah Sakit Umum (RSU) Blora, Jawa Tengah, mengaku tekor dan sering kehabisan stok obat untuk pasien yang menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) dari E-Katalog. Adanya kejadian itu, RSU Blora mengeluh kepada Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora saat dihadirkan untuk pertemuan bersama BPJS, Senin (2/5/2016).
Ketua Komisi D DPRD Blora, Siswanto, usai melakukan pemanggilan BPJS dan RSU Blora, membenarkankan jika pihak RSU Blora sambat pada Komisi D karena sering kehabisan stok obat.
“Obat yang disediakan sering kosong. Sehingga pihak rumah sakit merasa dirugikan karena sering “tombok” untuk mengganti obat bagi pasien yang membutuhkan,” kata Siswanto, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/5/2016).
Saat ditanyakan kepada pihak BPJS terkait hal itu, kata Siswanto, bahwa obat-obatan untuk pasien ber-BPJS merupakan sudah diatur dari kementerian Kesehatan yang terdaftar pda E-Katalog.
“BPJS berencana akan melaporkan hal itu kepada atasan,” jelasnya.
Dewan berencana mngirimkan surat kepada kementerian terkait keluhan yang dialami oleh pihak rumah sakit.
“Karena masalah ini kemungkinan menjadi persolan Nasional,” kata dia.
Sementara, Kepala Layanan BPJS Kesehatan Kabupaten Blora, Dita Vaminingsih, membenarkan jika obat-obatan untuk pasien BPJS telah diatur oleh kementerian Kesehatan. Namun, pihaknya mengaku telah bekerjasama dengan Rumah Sakit untuk mencatat obat apa saja yang belum masuk dalam E-Katalog.
“Nanti akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pimpinan tertinggi dan pihak Kementerian,” ujarya kepada Suarabanyuurip.com melalui sambungan telephon. (ams)