Industri Migas Kurangi Lahan Pertanian Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, dari 77 ribu hektar lahan pertanian saat ini berkurang mencapai 113 hektar.

“Berkurangnya lahan pertanian karena adanya industri migas dan banyaknya usaha properti,” ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disperta, Zaenal Fanani, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (3/5/2016).

Meski lahan pertanian berkurang, namun tidak mempengaruhi target produksi 900 ribu ton. Karena, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tetap memberikan pembinaan kepada para petani cara menanam yang tepat.

“Kami juga meminta kepada para investor untuk memberi bantuan kepada petani, seperti pompa atau pembangunan irigasi,” tandasnya.

Meski demikian, tidak semua investor bisa menggunakan lahan produktif untuk usahanya. Mereka harus mengantongi rekomendasi dari Disperta untuk pemanfaatan lahan pertanian.

“Lahan produktif memang harus dijaga, tidak boleh sembarangan dijual oleh petani,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Targetkan Produksi Sumur Tua Blora 700 BOPD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *