PEP Apresiasi Polres Bojonegoro Amankan BBM Ilegal

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pertamina EP (PEP) Asset 4 Field Cepu mengapresiasi langkah Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur yang telah berhasil mengamankan dua truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga ilegal pada bulan April 2016 lalu.

Langkah tegas Kapolres  Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser itu menjadi bukti aparat penegak hukum tidak berdiam diri dalam menyikapi maraknya peredaran minyak sulingan ilegal .

Field Manager (FM) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, berharap, kepolisian terus melakukan pengawasan pada kegiatan ilegal di Bojonegoro terutama di kawasan sumur tua.

“Ini adalah bagian dari usaha aparat penegak hukum untuk mencegah kerugian negara akibat adanya penyulingan ilegal,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (4/5/2016).

Pengamanan BBM ilegal tersebut dilakukan bulan April lalu oleh aparat gabungan dari Polres Bojonegoro, Polisi Militer (PM) Bojonegoro, dan Skuriti PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu yang berhsil mengamankan sekira 5 ton BBM jenis solar.

Dalam kejadian tersebut, aparat mengamankan MS, pengendara truk S 9193 UB yang berisi minyak mentah sebanyak 3000 liter. MS adalah warga RT/RW 01/01, Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   21 Penerima Beasiswa Banyu Urip Kunjungi Ladang Migas Blok Cepu

Agus menilai, langkah Polres Bojonegoro menggalang koordinasi dengan Sub Denpom dalam melakukan operasi penertiban merupakan langkah yang sangat tepat. Pelibatan unsur pengamanan Kepolisian dan TNI dalam satu tim terbukti efektif dalam mengamankan oknum anggota TNI yang diduga terlibat pengawalan pengangkut BBM ilegal.

“Selama ini penambangan dan penyulingan ilegal ini semakin marak, karena oknum penambang merasa berani karena ada back-up dari oknum aparat,” tandasnya.

Menurutnya, dengan koordinasi yang baik, aparat telah membuktikan masih eksis untuk menindak para mafia peredaran minyak ilegal. Aparat telah membuktikan tidak segan-segan menindak oknum dari unsur di internal aparat masing-masing yang terbukti melakukan dugaan pelanggaran hukum.

Agus bersyukur, dengan keberhasilan menggulung oknum yang mem-back up kegiatan ilegal refinery ini, membuktikan bahwa masih banyak aparat keamanan dan penegak hukum yang baik, dengan tidak menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Alhamdulillah, kepolisian dan TNI menjawab secara cepat, bahwa masih banyak aparat keamanan dan penegak hukum yang baik di Indonesia,” jelasnya. (Rien)

Baca Juga :   Sebut KSO Pertamina EP-KBE Harus Tanggung Jawab Semburan Lapangan Migas Kedinding

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *