SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Gerakan Nusantara Mengaji (GNM) yang diinisiatori Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa cak Imin, menargetkan khatam membaca kitab suci Al Qur’an sebanyak 300 ribu kali. Target tersebut merujuk pada pengkhataman yang dilakukan Usman bin Affan semasa hidupnya.
“Semoga Indonesia mendapat semangat positif dalam menghadapi problem usai mengaji bersama,” kata Muhaimin Iskandar, melalui rilis kepada suarabanyuurip.com, Jumat (6/5/2016).
Melalui doa mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 300.000 kali, semua pihak diharapkan bermunajat, berdoa, dan memohon keberkahan Al-Quran agar bangsa ini dimudahkan segala urusannya. Selain itu, seluruh usaha Pemerintah dalam memajukan Indonesia lebih cepat dan berdaulat.
Misi lain dari GNM ini di antranya memahami Al-Quran berserta ajarannya, dan membantu menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia. Istilah lainnya apabila Al-Quran dipahami tidak ada LGBT, tidak ada radikalisme, kekerasan agama, ataupun perpecahan. Otomatis Aqur’an Indonesia lebih toleran, dan damai.
“Mampu menjadi contoh dunia sebagai Negara yang mengembangkan Islam Rahmatan lil alamin,” imbuh Cak Imin.
Soal tujuan GNM sendiri di antaranya munculnya Hafidz Al-Quran di Indonesia, dan mencetak generasi muda yang berbudi pekerti mulia. Serupa One Village One Hafidz satu desa satu Hafidz, ke depannya lagi One Masjid One Hafidz.
Proyeksi tersebut supaya penghafal Al-Quran, ada di setiap masjid dan ada di setiap desa. Sebab, saat ini jumlah Hafidz di Indonesia sangat berkurang.
Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi, telah mendaftar berpartisipasi dalam GNM. Selain itu, masih banyak pejabat pemerintahan maupun masyarakat yang bergabung.
“Jadilah bagian dari sejarah Nusantara mengaji,” singkatnya.
Diketahui, GNM akan berlangsung di seluruh Indonesia dari Papua sampai Aceh. Pembukaannya dihadiri menteri dan tokoh ulama mulai tanggal 7 Mei 2016, sejak pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, dan disiarankan langsung dari Jember dan tujuh provinsi lainnya.(aim)