Wisata Goa Kelelawar Masih Jadi Pilihan Liburan

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Goa Ngerong atau dikenal dengan goa habitat jutaan kelelawar yang terletak di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menjadi opsi pilihan liburan bagi keluarga maupun remaja.

Di tempat ini, selain menikmati indahnya alam, pengunjung juga percaya ribuan ikan bader menjadi sarana terapi yang apik bagi kesehatan.

” Iya mas, enak dibuat terapi kaki,” kata seorang pengunjung, Sulkan (35), kepada suarabanyuurip.com, ketika merefleksikan kedua kakinya di antara ratusan ikan bader di Sungai Ngerong, Sabtu (7/5/2016).

Dia percaya, gerakan ikan bader tak berirama tersebut mampu membersihkan jamur/kudis di sela-sela jari kaki. Sehingga setelah dikerubuti ikan, kakinya berasa nyaman dan lebih sehat.

Sementara, pengunjung lainnya dari Ibu Kota Jakarta, Neli, mengaku heran dengan adanya ikan bader, dan ribuan kelelawar. Penyebabnya, kelelawar maupun ikan tersebut sangat jinak, dan ramah terhadap pengunjung.

“Anehnya ikan bader doyan makan isi pohon randu atau klenteng,” imbuh Neli.

Kunjungan perdana bagi Neli di Goa Ngerong sangat mengesankan. Sebab hanya di Rengel dirinya menemukan tempat wisata yang rindang berbalut riuhnya ikan dan kelelawar.

Baca Juga :   Unigoro Jalin Kerja Sama Pengembangan Geopark Bojonegoro

Sementara, pengelola Goa Ngerong, Rengel, Taufiq, membenarkan tidak sedikit pengunjung percaya bahwa ikan bader dapat menyembuhkan penyakit melalui terapi. Tetapi tidak sedikit pula yang hanya ingin bersantai, menghabiskan liburan panjang setiap akhir pekan

Pihaknya mengaku, setiap liburan tiba jumlah pengunjung Ngerong dapat mencapai ribuah orang. Saat hari biasa paling banyak dikisaran 300 sampai 500 pengunjung.

“Kalau liburan peningkatnnya mencapai 200 persen,” sambung pria bermurah senyum ini.

Ketika ditanya jumlah detail pengunjung, dirinya belum dapat menjelaskan. Sebab, laporan  ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) setempat dilakukan sebulan sekali.

“Kami memprediksi puncak peningkatan pengunjung pada bsok hari Minggu besok,” pungkasnya.

Diketahui, Sumber Ngerong seluas 1.229 hektar tersebut, pada awal bulan Juli 2015 lalu dinding goa mengalami runtuh di kedalaman 250 meter dari mulut goa.

Tercatat, reruntuhan terjadi dua kali pertama, tanggal 5 Juli 2015, sedangkan runtuh kedua terjadi tanggal 18 Juli 2015 pada pukul 01.30 WIB sebanyak dua kali dalam selang waktu 30 sampai 40 menit.(aim)

Baca Juga :   Warga Blok Cepu Gelar Sedekah Bumi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *