SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Peristiwa memalukan terjadi di pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII, dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44 Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Pendapa Kridha Manunggal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Rabu (11/5/2016).
Dua kepala desa asal Kecamatan Bangilan dan Jenu, Tuban, terlibat cekcok. Beruntung peristiwa tersebut terjadi sebelum Gubernur Soekarwo membuka acara tersebut.
Namun demikian, dua petinggi desa itu langsung dipulangkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk menghindari perseteruan yang lebih parah.
Pantauan di lokasi kejadian, cekcok kedua kades tersebut berawal dari salah satu istri Kades dari Kecamatan Bangilan, kedapatan salah barisan duduknya. Lantaran melihat hal demikian, istri Kades dari Kecamatan Jenu bermaksud mengingatkan perempuan tersebut, supaya pindah dibarisan sesuai nomor undangan.
Mendapat protes, istri kades dari Kecamatan Bangilan bermaksud pindah tempat. Saat hendak pindah tempat duduk itulah bagian sensitifnya tidak sengaja tersentuh tangan Kades dari Kecamatan Jenu.
Melihat hal tersebut Kades dari Bangilan naik pitam. Adu mulut dan saling dorong tidak terhindarkan.
Beruntung pihak Satpol PP cepat datang. Sehingga kedua belah pihak langsung diminta datang ke kantor Satpol PP di Jalan Kartini Tuban untuk diminta keterangan.
“Keduanya sudah berdamai, dan langsung kami minta pulang secara terhormat,” Plt Kepala Satpol PP Tuban, Hery Muharwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (11/5/2016).
Sementara, tamu undangan lainnya, Teguh, sangat menyanyangkan sikap kedua kepala desa tersebut. Sebab, sebagai tuan rumah aksi spontan tersebut telah mencoreng martabat Bumi Wali sebutan Kabupaten Tuban di depan mata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Pangdam V Brawijaya, Sumardi, dan 38 pimpinan daerah kabupaten/kota se-Jatim.
“Saya sangat kecewa dengan sikap dua Kades tersebut,” pungkasnya.(aim)