SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Pengelola Taman Kanak-Kanak (TK) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Harapan, Jalan Lingkar Pertamina Nomor 22, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta operator migas Lapangan Mudi, Blok Tuban di wilayah setempat segera memberikan kompensasi atas munculnya bau gas setiap bulannya.
Penyebabnya setiap bulan kerap muncul bau kurang sedap sebanyak 2 sampai 3 kali.
“Setiap bulan selalu ada bau menyerupai kentut,” kata salah seorang pendidik TK, Eny, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di sekolahnya, Rabu (11/5/2016).
Hingga kini pihaknya belum mengetahui asal bau tersebut. Sebab, TK PKK Harapan terletak diantara PT Gasuma, dan Tapak Sumur (PAD) A yang dioperatori Joint Operating Body East Java (JOB PPEJ).
“Kalau siswa sering menunjuk PT Gasuma, sebab jaraknya lebih dekat hanya beberapa meter,” imbuhnya dengan nada rendah.
Selaku pendidik yang ststusnya masih honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT), hanya satu harapan Eny. Kedua perusahaan yang menghasilkan gas tersebut segera turun ke lokasi, dan memastikan apakah bau gas tersebut membahayakan keselamatan siswanya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Rahayu, Sukisno, membenarkan kalau di sekitara tapak Sumur A Lapangan Mudi, Blok Tuban, dan PT Gasuma kerap tercium bau tidak sedap. Tetapi sudah dua bulan terkahir tidak ada bau yang muncul.
“Kalau suasana mendung baunya semakin menyengat, bahkan sampai mual,” bebernya.
Soal penanganan bau tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) pernah beberapa kali mempertemuka kedua belah pihak untuk mengetahui asal bau tersebut.
“Keduanya sama-sama tidak ada yang mengaku,” jelasnya.
Sampai berita ini ditulis, suarabanyuurip.com, masih berusaha menghubungi pihak JOB PPEJ, dan PT Gasuma, mempertanyakan soal fenomena gas yang dirasakan masyarakat sekitar Jalan Lingkar Rahayu.(aim)