Wisata Wonocolo Diprediksi Sulit Berkembang

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora-Kesatuan  Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memprediksi Desa Wisata Wonocolo di Kabupaten Bojpnegoro, Jawa Timur, sulit berkembang.

Menurut Wakil Kepala Administratur KPH Cepu, Agus Kusnandar, salah satu penyebab sulitnya wisata Wonocolo berkembang adalah merubah pola pikir warga sekitar yang sebelumnya memperoleh pendapatan  ratusan ribu rupiah setiap harinya dari hasil penambangan maupun penyulingan minyak, kini harus dihadapkan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Tentu itu akan sulit diterima masyarakat dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (11/5/2016).

Seharusnya, lanjut Agus, Pertamina mengembangkan wisata yang ada di Blora. “Khususnya di hutan Ledok Kecamatan Sambong. Yang diprediksi lebih berpotensi dibanding Wonocolo,” ujarnya.

Agus beralasan, jika kawasan penambangan sumur tua di Blora masih asli dan belum terjamah pengerusakan.

“Kondisinya masih bagus, ada ratusan titik sumur tua yang sebagian dikelola oleh warga,” ujar dia, mengungkapkan.

Jika lokasi itu dikelola, dia optimis lokasi tersebut bakal lebih cepat berkembang dibandingkan Wonocolo. “Di sana juga sudah ada wisata kolam renang,” jelasnya. (ams)

Baca Juga :   Daulat Budaya Nusantara Bersama Lesbumi NU Adakan Kenduri Budaya Ke-31 di Yogyakarta

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *