SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional  (Sub drive) III, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Jawa Timur mengaku, sampai bulan Mei 2016 serapan gabah petani  di wilayahnya baru mencapai 33 ribu ton. Jumlah serapan tersebut sekira 39 persen dari target akhir tahun sebesar 95 ribu ton gabah.
“Baru 39 persen serapannya sampai bulan Mei 2016,†kata Kepala Bulog Sub Drive III, Tuban, Bojonegoro Lamongan, Efdal MS, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Sabtu (14/5/2016).
Dari jumlah tersebut akan terus dioptimalkan, sampai batas penyerapan hingga akhir tahun. Tercatat, dari tiga Kabupaten, yaitu Tuban, Bojongeoro, dan Lamongan, baru dari Kabupaten berjuluk Angling Dharma sebutan Bojonegoro ini memiliki serapan terbesar. Yakni sebesar 40 persen dari target.
Apabila dibandingkan dengan dua kabupaten lainnya jumlah serapannya sangat kecil, yakni masih di bawah 40 persen. Penyebabnya di dua kabupaten ini masa panen petani sudah mulai berangsur berkurang.
“Banyak daerah yang sudah habis masa panennya,†imbuh Efdal.
Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bakal meningkatkan sinergi bersama, Dinas Pertanian daerah, Kelompok petani, Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan), dan pihak yang tidak terikat lainnya.
“Terbukti harga beras dipasaran sudah mulai merangkak naik menjelang bulan puasa,†tambahnya.
Pihaknya memastikan, stok beras di gudang Bulog hingga kini masih cukup selama tujuh bulan kedepan. Saat ini Bulog masih mampu mendistribusikan beras sebesar 470 ribu ton perbulannya sampai akhir tahun.
“Kita pastikan stok beras daerah aman,†pungkasnya. (Aim)