Disperpar Akui Distribusi Bawang Lamban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengakui dalam sepekan ini ada keterlambatan distribusi kebutuhan pokok termasuk komoditi bawang merah. Akibatnya harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Tuban merangkak naik.

“Kenaikan harga karena distribusinya lamban,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperpar Tuban, Bhismo Setya Adji, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (14/5/2016).

Sesuai hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Disperpar Tuban, bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, kenaikan harga bawang merah di pasaran akibat arus distribusi lamban. Bukan keterbatasan stok barang, ataupun adanya aksi penimbunan bawang menjelang bulan Ramadhan 2016.

“Kenaikan ini hanya bersifat sementara, kami pastikan segera normal harganya,” imbuh Bhismo.

Dia mengungkapkan, jumlah produksi bawang merah lokal Tuban belum mencukupi permintaan konsumen. Sehingga Pemerinta Daerah (Pemda) harus mendatangkan barang dari luar daerah meliputi, Kabupaten Lamongan, Kediri, sampai Kabupaten Lumajang.

“Ini penyebab terlambatnya distribusi barang sampai ke Tuban, ditambah lagi cuaca saat ini tidak menentu,” tandasnya.

Baca Juga :   Desak Pabrik Pembakaran Timah Ditutup

Sementara, seorang pedagang bawang merah di Pasar Baru Tuban, Siswandi, mengaluhkan tingginya harga bawang merah. Tercatat, sudah sepakan harga bawang merangkak naik.

“Saya belum tau penyebab kenaikan harga ini padahal bulan puasa masih lama,” sambungnya.

Tetapi, informasi dari distributor dan Pemda yang diterimanya, ada sedikit problem soal arus distribusi barang. Menurutnya, kenaikan bawang merah lumayan signifikan, tercatat harga pekan lalu Rp 30 ribu per Kilogram (Kg), saat ini menjadi Rp 35 ribu per Kg.

Sedangkan harga bawang putih juga mengalami kenaikan serupa, dari Rp 21 ribu per Kg, kini menjadi Rp 25 ribu per Kg.

“Kenaikan ini tidak seperti biasanya, rata-rata naik menjelang hari puasa,” tambahnya.

Pihaknya, berharap besar Pemda Tuban melalui Disperpar cepat mengandalikan inflasi harga kebutuhan pokok ini. Apabila tidak segera di tindaklanjuti, pedagang khawatir harga barang semakin naik.

“Kalau harga bawang terlalu tinggi akan diikuti penurunan jumlah pembeli,” jelasnya.

Selama ini pedagang memperoleh pasokan bawang merah dari distributor Kabupaten Kediri, Nganjuk, Jawa Timur, dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain itu, khusus bawang putih biasanya impor dari China. (Aim)

Baca Juga :   101.500 Pil Koplo Dimusnahkan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *