SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Gelombang tinggi dan angin kencang di laut utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hingga besok masih mengancam pemukiman nelayan tradisional di wilayah setempat. Sebab, hari Minggu (14/5) pagi sekitar pukul 13:00 WIB lalu, tiga rumah di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, porakporanda akibat hantaman ombak besar.
“Kemarin langsung kita evakuasi bersama Muspika, dan BPBD Tuban,” kata Camat Bancar, Murtadji, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (16/5/2016).
Tiga rumah tersebut milik Jasmin yang dihuni sembilan anggota keluarga, rumah Sriningsih dengan enam anggota keluarganya, dan rumah Hariyadi yang dihuni dua anggota keluarga.
Dia menjelaskan, Desa Sukolilo merupakan satu diantara desa di Bancar yang rawan terkena abrasi. Hampir tiap tahun ada rumah nelayan yang dihantam ombak, penyebabnya jarak pemukiman dan laut sangat dekat.
“Jarak paling dekat 5 meter,” imbuh Murtadji.
Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan kalau ada tiga rumah nelayan Bancar yang diterjang ombak. Seketika itu, tim BPBD langsung meluncur ke lokasi, dan menyerahkan bantuan berupa Sembako.
“Kami minta warga waspada, dan melihat perkembangan cuaca apabila hendak kembali ke rumahnya,” sambungnya.
Sesuai prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, gelombang tinggi akan berlangsung sampai 17 Mei 2016. Sehingga nelayan harus waspada, dan mempersiapkan perlengkapan update cuaca ketika melaut.
“Ketinggian gelombang sekira 2 sampai 2,5 meter,” pungkasnya. (Aim)