SuaraBanyuurip.com –Â Ahmad Sampurno
Blora – Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Jawa Tengah, menemukan permasalahan dibidang pendidikan di wilayah Blora bagian selatan saat melakukan kunjungan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD), Selasa (17/5/2016).
“Ada beberapa masalah yang ditemukan komisi D dalam acara kunjungan UN tingkat SD, dan akan menjadi perhatian serius,” kata Sekretaris Komisi D, Santoso Budi Susetyo, kepada Suarabanyuurip.com.
Permasalahan yang ditemukan, menurut Politisi PKS ini, diantaranya adalah pertama berkaitan gedung dan sarpras yang masih butuh perhatian dari pemerintah daerah.
“Seperti ada kantor guru yang menggunakan rumah dinas,” tuturnya.
Kedua, lanjut dia, beberapa sekolah masih kekurangan guru. Sehingga membuat kegiatan belajar mengajar kurang maksimal.
“Untuk mengambil GTT (Guru Tidak Tetap) terbentur regulasi dan tidak mampu dalam pemberian honor,” kata dia.
Dari beberapa temuan itu, diharapkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) segera mengambil langkah solutif berbagai masalah tersebut untuk diselesaikannya.
Sekadar diketahui, dalam kunjungannya di SD Negeri 2 Tanggel, Kecamatan Randublatung, sempat membuat kaget pihak sekolah. Namun dari pantauan para anggota Dewan, belum menemukan hal-hal yang menghambat UN tingkat SD tersebut.
Budi mengatakan, sidak UN telah dilakukan mulai tingkat SMA/SMK, SMP dan sekarang SD. Hasilnya cukup baik, belum ada temuan-temuan yang bersifat mengganggu pelaksanaan UN.
“Kita melihat kesiapan yang cukup baik dari pihak sekolah,” terangnya.
Pihaknya berharap, selain pelaksanaan berjalan baik, hasil yang didapat juga bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain dalam rangka memantau pelaksanaan UN tingkat SD Komisi D juga menggali masalah apa saja yang mungkin didera pendidikan yang ada di Blora Selatan.
“Sehingga segera mendapatkan penanganan untuk penyelesaiannya,” pungkasnya. (Ams)