SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunggu realisasi dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina East Java (JOB P-PEJ) berupa kompensasi senilai Rp300 juta. Kompensasi yang dijanjikan tersebut sudah selama kurang lebih empat bulan belum cair.
Warga Desa Sambiroto, Warti, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pemberian kompensasi berupa sembako sesuai kesepakatan bersama pemdes setempat.
“Kalau dihitungkan sudah empat bulan belum ada realisasinya dari JOB PPEJ,” ujar wanita paruh baya ini, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/5/2016).
Sementara itu, Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, menyatakan, belum terealisasinya kompensasi berupa beras sebanyak 30 ton karena sistem tender yang membutuhkan waktu lama.
“Soalnya kan ditenderkan Mbak, paling sebentar lagi cair, ” tandasnya.
Pihaknya meyakinkan apa yang dijanjikan kepada warga akan segera diberikan meskipun harus menunggu lama. Karena, kompensasi tersebut bentuk tanggung jawab JOB P-PEJ selaku operator Blok Tuban.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, menegaskan, jika seharusnya kompensasi itu sudah cair. Namun, akan dicek kembali ke lapangan untuk memastikannya.
“Saya akan kroscek dulu ke lapangan, tapi seharusnya sudah sih,†pungkasnya.
Kompensasi tersebut sebagai ganti rugi kepada masyarakat sekitar Pad A yang diduga mengalami keracunan gas H2S pada awal bulan lalu. (Rien)