Perusahaan Migas Jadi Incaran Pelamar

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Tingginya anemo pencari pekerjaan dalam bursa kerja 2016 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ternyata sebagian besar masih mengincar perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas). Tercatat, sejak dimulainya bursa kerja pada hari Selasa (18/5) kemarin, sudah ada 300 lebih surat lamaran masuk ke perusahaan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI)  .

“Seingat saya sudah ada 300 surat lamaran yang diserahkan,” kata Bagian Human Resources Development (HRD) PT TPPI Tuban, Udin, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di standnya, Rabu (18/5/2016).

Pihaknya mengakui sejak hari pertama buka, standnya tidak pernah sepi dari pelamar kerja. Rata-rata yang melamar didominasi lulusan SMA dan sebagian lainnya dari Perguruan Tinggi (PT).

Tercatat, PT TPPI yang kini dikelola langsung oleh PT Pertamina, hanya menyediakan dua lowongan kerja dengan kebutuhan Tenaga Kerja (Naker) 10 orang. Apabila dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja, jelas tidak seimbang.

“Kami akan pilih yang berkualitas, dan sesuai kebutuhan perusahaan,” imbuh Udin.

Baca Juga :   Tuban Dipastikan Tak Dapat Alokasi Gas

Sementara, salah seorang pelamar kerja, Shobirin, pemuda asal Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Tuban, berharap besar dapat diterima di perusahaan yang mengelola minyak tersebut.

Meskipun hanya berbekal ijazah sarjana pendidikan, pihaknya optimis. Sebab, dirinya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan berbau industri Migas.

“Semoga lolos seleksi,” sambung pemuda yang desanya masuk ring 2 dari perusahaan semen Tuban.

Sedangkan pelamar lainnya, Yasir, dari Desa Margomulyo, Kerek, menyayangkan mengapa hanya perusahaan TPPI yang berpartisipasi dalam job fair tahun ini. Padahal di Tuban ada beberapa industri Migas yang beroperasi diantaranya, operator Lapangan Mudi, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), ExxonMobile Cepu Limited (EMCL), dan Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP).

“Saya berharap tahun depan lebih banyak lagi perusahaan Migas yang berpartisipasi,” harapnya.

Terpisah, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Tuban, Harsono, membenarkan dari 42 perusahaan yang berpartisipasi, tidak banyak dari perusahaan Migas.

Penyebabnya, perusahaan besar biasanya lebih mengutamakan Naker ring 1, dan rekrutmennya melalui Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Beberapa waktu lalu sebenarnya semua perusahaan sudah dikirimi surat permohonan partisipasi, tetapi praktik di lapangan berbeda dengan rencana.

Baca Juga :   Blora Jadi Pilot Project City Gas

“Rata- rata perusahaan Migas rekrutmennya hanya ring 1,” jelasnya.

Diketahui, bursa kerja Tuban 2016 menyediakan 131 lowongan, dan 1.892 kebutuhan tenaga kerja. Pihaknya berharap job fair mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka di Tuban. Sebab, hingga akhir 2015, jumlah pengangguran terbuka Tuban di angka 3,6 persen dari 569.185 jiwa angkatan kerja. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *