Hasil Pencarian Pujiono Nihil

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak 40 petugas gabungan dari berbagai unsur belum menemukan tanda keberadaan Pujiono (38), warga Desa Kayen, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pencari belalang tersebut dinyatakan hilang di hutan Desa Jatisari, Bancar sejak hari Minggu (15/5/2016) lalu.

“Pencarian hari ini nihil, besok akan dilanjutkan,” kata kasi Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik (KL) BPBD Tuban, Syaefudin, kepada Suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Kamis (19/5/2016).

Hilangnya Pujiono termasuk misterius. Sebab, terkahir kali terlihat oleh lima temannya masih asyik mencari belalang di hutan. Tetapi entah apa penyebabnya, ketika waktunya kembali Pujiono tidak pernah muncul.

“Saat diteriaki temannya hanya ada suara ranting patah,” imbuh Asep.

Informasi yang diterima Suarabanyuurip.com, pada hari Minggu (15/5) sekitar pukul 19:00 WIB. Enam orang masuk hutan Desa Jatisari, Bancar, untuk mencari belalang. Setelah tangkapan belalang dirasa cukup, salah seorang temannya mengajak kembali keluar hutan.

Saat itu korban paling depan sendiri, dan hanya berjarak 5 sampai 10 meter dari temannya. Tetapi ketika dipanggil temannya, korban sudah tidak ada jejaknya.

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Bojonegoro Ikuti Rakor MenPAN-RB

“Setelah itu temannya lansgung melaporkan kepada keluarga korban,” tambahnya.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bancar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Basir, membenarkan kalau korban hingga kini masih dalam pencarian. Usai memperoleh kabar kalau anggota keluarganya hilang, keluarga langsung melapor ke Polsek terdekat.

“Hari selasa (17/5) kami baru terjun ke lokasi,” sambungnya.

Selain anggota kepolisian, tercatat ada 40 petugas yang ikut mencari. Rinciannya, 6 personel dari BPBD, 4 personel dari Mapala MAHIPAL Unirow Tuban, 6 personel dari Polhut, 3 personel Cagar, 3 Personel dari Relawan BPBD Tuban, 2 personel dari Polsek Bancar, 2 personel dari Koramil Bancar, dan 20 personel dari unsur masyarakat setempat.

“Masyarakat juga antusias ikut mencari,” jelasnya.

Pihaknya berharap, semua elemen masyarakat turut membantu doa maupun tenaga sehingga korban cepat ditemukan. Sebab selama 4 hari di hutan kemungkinan besar kondisinya sudah melemah. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *