SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memberikan lampu hijau kepada Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lampu hijau dimasud adalah pemberian izin untuk pembangunan kilang mini.
“Alhamdulillah sepertinya sudah ada lampu hijau untuk pemberian izin pembangunan kilang mini dari Kementerian ESDM,” ujar Sekretaris Komisi B, Lasuri, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/5/2016).
Lasuri, menyampaikan, dasar pembangunan kilang mini nantinya adalah peraturan menteri (Permen). Bahkan, pada diskusi yang dilakukan saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu dengan Kementerian ESDM, menunjukkan bahwa kilang mini yang berada di mulut sumur memberi banyak keuntungan.
“Mereka tentunya paham, apa saja keuntungan kilang mini di Bojonegoro yang dekat dengan Lapangan Banyuurip, Blok Cepu,” katanya.
Selain menghemat biaya transportasi, keberadaan kilang mini menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi di sekitar lokasi.
“Kami juga sudah bertemu dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), mereka bersedia memberikan jatah minyak mentahnya untuk Bojonegoro,” imbuhnya.
Selain PEPC, lanjut Lasuri, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) nampaknya siap juga memberikan jatah minyak mentah domestiknya untuk Bojonegoro. Meski demikian, berapa jumlah minyak mentah yang akan diberikan akan dibicarakan lebih lanjut.
“Sekarang kita fokus memberi dukungan kepada BUMD, PT BBS untuk mempersiapkan diri dalam pembangunan kilang mini ini, ” tandasnya.
Disinggung realisasi pembangunan kilang mini tersebut, Politisi asal Partai Amanah Nasional (PAN) ini menyebutkan masih menunggu Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), melakukan peletakan batu pertama di wilayah proyek Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dan tasyakuran puncak produksi di Blok Cepu.
“Setelah Pak Jokowi datang ke Bojonegoro, kita langsung genjot persiapan kilang mini ini,” pungkasnya. (Rien)