SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan jika mitra Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yakni PT Intermedia Energi (IME) sudah tidak lagi dipercaya untuk mengelola gas flare di Lapangan Sukowati.
“Makanya kemarin, PT BBS teken perjanjian dengan Pertagas untuk kelola gas termasuk gas flare di Lapangan Sukowati,” ujar Sekretaris Komisi B, Lasuri, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (20/6/2016).
Menurutnya, apa yang dipaparkan oleh PT IME jika sahamnya telah dimiliki putra bungsu mantan Presiden RI ke 2, Hutomo Mandala Putra, dengan mengambil kendali proyek pembangunan fasilitas gas flare di Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban hanya omong kosong.
“Kalau diteruskan sama PT IME ya gak akan jalan,” tegasnya.
Lasuri optimis, kerjasama PT BBS dengan Pertagas merupakan langkah awal menuju gerbang kesuksesan BUMD yang selama ini hanya menjadi makelar saja. Terlebih, potensi gas di Bojonegoro sangat besar untuk bisa dikelola secara bisnis.
“Saya kira, gas flare di Sukowati masih bisa dioptimalkan lagi. Terlebih gas dari Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang bisa dijadikan LPG dan gas turunan lainnya,” pungkasnya.(Rien)