SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat Hari Raya Idul Fitri 2016. Kepastian tersebut mengacu pada trend harga minyak BBM yang terus berfluktuatif, sekaligus diperkirakan harga minyak dunia akan mengalami kenaikan pada bulan Juni dan Juli 2016.
“Adanya selisih antara harga BBM sekarang dengan harga keekonomisan dapat dijadikan dana bantalan apabila harga BBM naik,” kata Sudirman Said, dalam rilisnya di situs resmi Kementerian ESDM, Jumat (20/5/2016).
Hitungan tersebut diproyeksikan menguntungkan masyarakat. Sekaligus harapan tidak adanya kenaikan harga menjelang lebaran. Pihaknya memprakirakan harga BBM saat ini bertahan sampai akhir bulan September hingga akhir tahun. Diketahui, sejak tanggal 1 April 2016 lalu, Pemerintah menetapkan Harga Jual Eceran (HJE) Premium seharga Rp 6.450/liter yang sebelumnya Rp 6.950/liter.
Sementara menurut perhitungan HJE atau dikenal sebagai harga keekonomisan bahwa harga premium sebesar Rp 5.700/liter. Sehingga dari perhitungan penetapan HJE sebenarnya ada selisih antara harga penetapan dengan harga keekonomisan sebesar Rp 500/liter.
“Tetapi realitanya selisih tersebut tidak berjalan sesuai harapan Pemerintah,” imbuhnya.
Selama ini apabila terjadi penurunan harga BBM, tidak diikuti oleh penurunan ongkos angkut atau harga barang kebutuhan pokok. Tetapi sebaliknya jika harga BBM naik sedikit, otomatis harga naik signifikan.
Kondisi ini sangat merugikan khususnya bagi masyarakat golongan bawah. Selain itu, dapat menjadi alasan bagi pemerintah, kenapa tidak menetapkan harga BBM sesuai harga keekonomisan.
“Karena itu kita akan melindungi masyarakat paling bawah agar tidak terpengaruh naik turunnya harga BBM,” pungkasnya. (Aim)