SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban mempercepat jadwal pelaksanaan operasi pasar di setiap kecamatan menjelang bulan puasa. Penyebabnya, sesuai hasil evaluasi setiap tahun harga kebutuhan pokok kerap merangkak dan sulit dikendalikan.
“Kami usulkan sejak dua minggu sebelum puasa dilakukan operasi pasar,” kata anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (21/5/2016).
Dia menilai, lonjakan harga setiap hari besar keagamaan terjadi setiap tahunnya. Sehingga Pemda harus mencari terobosan baru mengantisipasi hal serupa. Tujuannya mengontrol dinamika perekonomian masyarakat.
“Kalkulasinya jika antisipasi lebih awal dilakukan, lonjakan harga bisa diantisipasi,” imbuhnya.
Selain itu, Pemda melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) setempat dalam melakukan operasi pasar harus sampai tingkat kecamatan dan desa. Sebab, fluktuasi harga kebutuhan pokok lebih ketara di pasar tradisional.
“Kami akan ikut terjun ke lapangan membantu operasi pasar,” janjinya.
Sementara, Kabid Perdagangan Disperpar Tuban, Bhismo Setya Adji, menegaskan, hingga detik ini belum terpantau lonjakan harga yang signifikan. Rata-rata harga kebutuhan pokok di pasar masih taraf normal.
“Hanya saja beberapa waktu lalu ada keterlambatan distribusi,” sambung Bhismo.
Tercatat, kenaikan paling ketara terjadi pada gula pasir. Dimana perkilonya Rp 15 ribu, padahal sebelumnya Rp 12 ribu per Kilogram (Kg). Kondisi tersebut ternyata terjadi di seluruh wilayah Jatim.
Pekan ini pihaknya telah berkoordinasi dan membahas problem tersebut bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim. Tujuannya untuk menekan lonjakan harga gula, dan menjaga kestabilan harga Sembako selama bulan Ramadhan.
“Disperpar Tuban bersama Disperindag Jatim dan Bulog berencana menggelar operasi pasar murah selama bulan puasa,” pungkasnya. (Aim)