APBD Bojonegoro Tertinggi Kedua di Jawa Timur

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Adanya industrialisasi minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2016 mencapai Rp 3,7 Triliun. Total perolehan dana tersebut membuat Kabupaten Bojonegoro menempatkan posisi tertinggi kedua setelah Surabaya.

Direktur Bojonegoro Institute, Awe Syaiful Huda, mengatakan, tingginya APBD Kabupaten Bojonegoro tidak lepas dari besarnya kontribusi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang diperoleh daerah.

“Bahkan APBD Bojonegoro saat ini menempati nilai tertinggi kedua setelah Surabaya,” kata Awe Syaiful Huda, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (24/5/2016).

Kontribusi terbesar penyumbang APBD Bojonegoro dari dana perimbangan, sebesar 72 persen dari total pendapatan daerah, yang di dalamnya termasuk DBH sumber daya alam (SDA). Sedangkan untuk pendapatan asli daerah (PAD) sangat kecil.

Awe menambahkan, dengan tingginya APBD ini, menjadikan Kabupaten Bojonegoro punya modal belanja pembangunan yang cukup besar. Sehingga harus dikelola secara transparan, partisipatif dan memiliki nilai berkelanjutan.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kaya, dana melimpah. Utamanya dana-dana migas, bahkan tahun 2019 nanti, jika tidak molor lagi Bojonegoro juga akan mendapat dana Partisipating Interest (PI) dari Blok Cepu.

Baca Juga :   Tolak Hasil Appraisal TKD Pelem

“Tetapi jangan sampai terlena. Pasca migas habis  harus betul-betul dipikirkan,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *