SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Selama 10 hari terakhir sejak tanggal 16 Mei 2016 , beberapa alat berat pendukung pengeboran Sumur Tapen 2 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah tiba di lokasi pada malam hari sekitar pukul 23:00 WIB sampai 05:00 WIB.
“Iya sudah 10 hari terakhir kendaraan besar lalu lalang,” kata seorang warga Sidoharjo, Sukiman kepada suarabanyuurip.com di lokasi pengeboran sumur Tapen 2, Rabu (25/5/2016).
Dia menjelaskan, hingga kini kendaraan besar masih sibuk menata kotak box peralatan pengeboran. Terkait pelaksanaan pengeboran kabarnya masih lama.
“Infonya masih lama biasanya ada sosialisasi kembali kalau mau ngebor,” imbuhnya.
Beberapa hari yang lalu, Pertamina EP baru menyelesaikan pemerataan lahan di lokasi. Selain itu, memperbaiki jalan antar desa menggunakan tanah urug.
“Sepanjang jalan Desa Wanglu Kulon, sampai Desa Sidoharjo yang berlubang diurug tanah,” tambahnya.
Sementara, Camat Senori, Eko Julianto, membenarkan saat ini baru ada moving alat berat P EP. Kedatangan alat berat tersebut tepatnya mulai tanggal 11 Mei 2016.
“Soal waktu pengeborannya belum ada informasi,” sambungnya.
Pihaknya menjelaskan, Eksploitasi minyak Sumur Tapen 2 menggunakan lahan seluas 4 hektar. Lahan tersebut berhasil dibebaskan dari petani setempat beberapa waktu lalu.
Rinciannya 2,5 hektar untuk jalan, dan 1,5 hektar sisanya untuk lokasi produksi.
Sampai berita ini ditulis suarabanyuurip.com, masih berusaha menghubungi Legal and Relations Staff PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani. Beberapa panggilan yang dilakukan sejak pukul 10:39 WIB tak kunjung diangkat. Hanya terdengar nada sambung aktif.(aim)