SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna (Katar) “Bhakti Muda Mandiri” Kelurahan Karangboyo, Kecamtan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meminta untuk dipekerjakan di perusahaan yang beroperasi di Main Gathering Station (MGS) Mengggung milik Pertamina EP Field Cepu Asset 4 yang dulu bernama Pusat Penampungan Produksi (PPP).
Menurut Ketua Karang Taruna Bhakti Muda Mandiri, Eko Hari Purwanto, proses rekrutmen naker di lingkungan PPP Menggug selama ini terkesan tidak transparan. Sehingga putra daerah tidak diberi kesempatan untuk mengikutinya.
Karena alasan itulah Katar Bhakti Muda Mandiri mengirimkan surat kepada Pertamina EP. Surat dengan nomor 012/SP-BMM/V/2016 tertanggal 3 Mei 2016 lalu, ada beberapa point yang menjadi keluhan warga yang masuk ring satu.
Di antaranya, tentang rekrutmen security sejumlah 12 orang di lingkungan Pertamina EP didominasi oleh orang luar daerah. “Kami telah bertemu humas perusahaan tetapi tidak ada titik temu, dengan alasan tenaga keaamann tersebut adalah tenaga perbantuan dan bersifat sementara. Tetapi sampai saat ini mereka telah berstatus tetap,” kata Eko Hari kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/5/2016).
Selain itu, proyek pengembangan Gas Jawa (PPGJ) yang berada di PPP Menggung telah merekrut 3 orang manjadi tenaga kerja yang bukan putra daerah lokal. Saat ini status mereka sebagai operator produksi 2 orang, dan tenaga bagian pembersiahan satu orang.
Kemudian pada satu bulan terakhir, menurut Eko Hari, ada perekrutan security dengan dalih pengalihan pos sejumlah 8 orang dari Lapangan Tiung Biru (TBR) di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Mereka ditempatkan di wilayah PPP Menggung, di kantor 3 orang, dan di rumah dinas 2 orang,” ujar Eko Hari, mengungkapkan.
Belum lama ini, Katar Bhakti Muda Mandiri juga mendapat informasi jika ada lowongan operator yang dikelola oleh sebuah perusahaan yang akan diisi oleh personil security sebanyak 44 orang.
Dari sejumlah temuan itu, Katar Bhakti Muda Mandiri meminta kepada Pertamina untuk mempertimbangkan dampak sosial masyarakat. Karena saat ini telah terjadi kesenjangan sosial, yang berlatar belakang kedaerahan khususnya Jawa Timur.
“Sering terjadi penolakan tenaga kerja dari Jawa Tengah oleh warga Jawa Timur dengan cara sweeping dan pengancaman. Akibat hal itu banyak tenaga kerja Jawa Tengah yang telah diberhentikan dari pekerjaannya,” kata Eko Hari.
Namun dari surat permohonan yang dikirim Katar Bhakti Muda Mandiri itu telah ditolak Pertamina EP melalui surat pada tanggal 18 Mei lalu yang ditanda tangani oleh Agus Amperianto, Field Manager Pertamina EP Field Cepu Asset 4.
Dalam surat itu, Pertamina EP Field Cepu Asset 4 belum dapat memenuhi permohonan untuk menjadikan tenaga kerja karena Pertamina EP Field Cepu Asset 4 saat ini tidak melakukan rekrutmen.(ams)