SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebagian masyarakat Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nampaknya sedikit kecewa lantaran batal menggelar momen tahunan Rashdul Kiblat. Penyebabnya seluruh wilayah Pantura diguyur hujan lebat, sedangkan Tuban selatan cuacanya mendung.
“Tahun ini gagal menjalankan Rashdul Kiblat,” kata seorang warga Kecamatan Jenu, Bagus, kepada Suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Jumat (27/5/2016).
Padahal pihaknya bersama warga lainnya sudah mempersiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan. Serupa bencet, miqyas atau tongkat istiwa. Perlu diketahui, Rashdul Kiblat merupakan ketentuan waktu dimana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Sesuai data astronomi momentum tahunan tersebut, berlangsung pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu matahari tepat melintas di atas ka’bah. Sehingga bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus dimana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah.
“Kami ingin memperbarui arah kiblat,” imbuh Bagus
Meskipun gagal, pihaknya tidak berkecil hati. Bersama warga lainnya bakal menunggu pengumuman langsung dari Pemerintah melalui televisi, maupun media online.
Sementara, Kepala Kemenag Tuban, Abdul Wahib, membenarkan hari ini tepat terjadinya Rashdul Kiblat. Menindaklanjuti rilis dari Kemenag pusat, seluruh masyarakat muslim diminta memperbarui arah kiblatnya.
“Agar sesuai dengan arah bayangan tersebut,” sambungnya.
Dia menjelaskan, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyesuaikan arah kiblat meliputi, memastikan benda yang menjadi patokan harua tegak lurus. Permukaan dasar benda harus datar, serta waktu pengukuran menyesuaikan BMKG, RRI DAN TELKOM.
Sebagaimana dalam kalender Menara Kudus KH. Turaichan. Setiap tanggal 27 atau 28 Mei dan tanggal 15 Juli atau 16 Juli setiap tahunnya, telah ditetapkan sebagai Yaumy Rahsdil kiblat.
Metode zenith Ka’bah sering digunakan untuk menentukan arah kiblat. Sebab, hasilnya diakui lebih akurat dibandingkan dengan metode-metode yang lain.
“Dimana posisi lintang Ka’bah yang lebih kecil dari nilai deklinasi maksimum matahari, menyebabkan matahari dapat melewati Ka’bah,” pungkasnya. (Aim)