SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dalam upaya serius pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Setyo Wahono dan Nurul Azizah telah menuntaskan rehabilitasi ratusan rumah reyot atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni sepanjang tahun 2025.
Rehabilitasi bagi 746 RTLH itu selain bagian dari program pengentasan kemiskinan juga bertujuan untuk peningkatan kualitas permukiman warga di Bojonegoro.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi mengatakan, sebanyak 746 RTLH dalam catatannya tersebar di berbagai kecamatan.
Untuk itu Pemkab Bojonegoro melakukan rehabilitasi RTLH yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab rumah para warga berpenghasilan rendah itu belum memenuhi standar keselamatan dan kesehatan.
“Rehabilitasi RTLH ini difokuskan pada perbaikan komponen utama bangunan, mulai dari atap, lantai, dinding, hingga penguatan struktur rumah agar layak, aman, dan sehat untuk dihuni,” kata Satito Hadi kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (16/1/2026).
Ditambahkan, bahwa program RTLH merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menurunkan angka kemiskinan.
”Dengan rumah yang layak, diharapkan kualitas hidup penerima manfaat meningkat dan berdampak pada aspek sosial maupun ekonomi keluarga,” tambah Satito.
Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa untuk memastikan proses pendataan dan penyaluran bantuan tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
”Ini merupakan komitmen tegas Pemkab Bojonegoro untuk terus melanjutkan program rehabilitasi RTLH pada tahun-tahun mendatang sebagai upaya berkelanjutan dalam mewujudkan hunian layak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Satito Hadi.(fin)
Pemkab Bojonegoro Rehab Ratusan Rumah Reyot Jadi Layak Huni




