SuaraBanyuurip.com – Â Ali Imron
Tuban – Gelombang tinggi yang terjadi di utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tampaknya perlu diwaspadai oleh nelayan tradisional setempat. Kewaspadaan bukan hanya saat melaut, tetapi gelombang pasang juga berbahaya mengancam perahu kecil.
“Hari ini beberapa perahu kecil ukuran di bawah 10 Gross Ton (Gt) diterjang gelombang pasang,†kata Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (28/5/2016).
Insiden tersebut terjadi mulai Kecamatan Palang sampai Bancar. Sesuai prakiraan BMKG gelombang di laut utara Tuban antara 0,8 sampai 2 meter.
“Gelombang tersebut masih normal, tetapi tetap perlu diwaspada,†imbuhnya.
Terpantau saat ini kondisi angin di wilayah setempat, dari arah timur menuju tenggara. Sedangkan kecepatan anginnya dua sampai 24 knots.
Selain gelombang pasang, munculnya awan Cumulonimbos (Cb) perlu diwaspadai. Sebab awan tersebut memicu datangnya hujan intensitas ringan sampai lebat.
Sesuai pemantauan BMKG terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera. Akibatnya beberapa wilayah terjadi belokan angin mulai Pesisir Barat Sumatera, Sumatera utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Saat ini suhu muka laut umumnya berkisar antara 27 derajat Celcius sampai 30 derajat Celcius. Sedangkan anomali suhu muka laut sekitar -0,5 sampai + 1,5 derajat celcius, anomali positif terletak di Samudera Hidnia barat Sumatera.
Kondisi tersebut juga berdampak di wilayah Jatim. Sehingga sampai akhir pekan cuaca di wilayah setempat kurang bersahabat.
Mengantisipasi hal yang tidak terduga, nelayan harus meningkatkan penjagaan di pelabuhan atau dermaga perahu.
“Jangan sampai banyak perahu rusak akibat terjangan gelombang pasang,†pungkasnya. (Aim)