SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Galian kabel optik di wilayah Kecematan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengundang keresahan warga. Pasalnya, lumpur bercampur air dari lubang belum tertutup tersebut dibuang ke tengah jalan oleh pekerja yang mengakibatkan rentetan kecelakan tunggal bagi pengguna jalan. Khususnya sepeda motor. Tepatnya di Jalan Ngareng Kecamatan Cepu. Karena banyak lumpur berceceran di tengah jalan.
Dari penuturan warga sekitar, dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB telah terjadi 13 kali laka tunggal. Namun insiden tersebut tidak menyebabkan korban parah, dan hanya luka ringan.
“Rata-rata mereka terjatuh karena terpeleset lumpur,” kata Jaetoni, salah satu pemilik warung di pertigaan jalan pahlawan, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (31/5/2016).
Ceceran lumpur itu, ditengarai dari galian kabel optic di jalan Ngareng tanpa dibersihkan oleh penggalinya. Justru tanah dari galian dibiarkan berserakan di jalan yang padat kendaraan.
“Mereka terjatuh tepat di pertigaan jalan,” jelasnya sambil menunjuk lokasi 13 orang yang terjatuh.
Tokoh masyarakat Cepu, Lulus Tri Laksono menilai, jika pekerjaan tersebut kurang terencana dengan baik. Seharusnya diseting dengan baik ketika mengembalikan bekas galian juga baik. Selain itu, pelaksana juga harus menyediakan kendaraan pengangkut lumpur.
“Supaya pekerja tidak membuang lumpur ditengah jalan,” kata dia.
Pihaknya menyayangkan, ulah pekerja galian itu yang berakibat banyak terjadi kecelakaan. Meskipun tidak parah, tapi merugikan warga.
“Apalagi ini berada ditengah kota. Informasinya pekerjaan ini juga tidak izin ke Pemerintah Kecamatan,” katanya.
Kepala Unit Lalu lintas Polsek Cepu, Ipda Les Pujianto, langsung datang ke Tempat Kejadian Pekara (TKP) untuk melihat lokasi tanah yang berceceran di jalan yang mengakibatkan banyak pengendara yang melintas terjatuh.
“Untuk sementara kami meminta pelaksana pekerjaan menghentikan aktivitasnya sampai jalan yang terkena lumpur dibersihkan. Hal itu dilakukan untuk mengindarkan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan,” tegasnya. (Ams)