SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Operator Lapangan Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengajak warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, lebih mendiri untuk tidak bergantung kompensasi. Sebab, sesuai masa kontrak JOB P-PEJ bakal habis pada bulan Pebruari 2018 mendatang.
“Tinggal dua tahun lagi kami operasi dan masyarakat harus siap mandiri,†kata Field Manager JOB PPEJ, Sugeng Setiono, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai acara pelatihan penulisan features dan sosialisasi Migas terhadap jurnalis di Tuban, Selasa (31/5/2016).
Selama masih beroperasi, pihaknya memproyeksikan masyarakat terdampak flare Desa Rahayu lebih kreatif. Meskipun banyak kekurangan dari program JOB P-PEJ, pihaknya bakal mengevaluasi strategi pendampingannya.
“Kami nilai ada problem di pendampingan kelompok,†imbuh Sugeng.
Penilaian tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Sukisno. Dia menilai semua program peningkatkan sumber daya manusia (SDM) terhadap warga Rahayu belum terasa manfaatnya.
Tercatat, beberapa pelatihan membuat kerajinan mandek setelah acara selesai. Baik kerajinan membuat tisu, anyaman bambu, maupun pemanfaatan pelepah pisang.
“Kami juga heran tidak ada peningkatkan sama sekali,†beber Kades.
Dia menjelaskan, selain problem pendampingan. Rata-rata warga yang trampil kesulitan memasarkan produknya. Sementara produk kerajinan baru terjual antar desa.
“Kami berharap JOB P-PEJ segera memberikan solusi atas problem ini,†pungkasnya. (Aim)