SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Rumah Eny, warga Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, porak-poranda dihantam puting beliung. Insiden tersebut terjadi sangat singkat pada hari Selasa (31/5/2016) sore sekira pukul 16:30 WIB.
“Kejadiannya sangat cepat,†kata seorang warga setempat, Taji, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (1/6/2016).
Dia tidak mengetahui banyak soal awal kejadian peristiwa tersebut. Tetapi selama beberapa tahun terakhir Kecamatan Widang memang menjadi jalur angin ribut puting beliung.
Sementara, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Syaefudin, membenarkan bahwasanya ada satu rumah ambruk disapu puting beliung.
“Tadi pagi laporannya baru masuk,†sambungnya.
Pasca menerima laporan tim BPBD langsung menuju lokasi untuk memberi bantuan. Beberapa barang yang diberikan meliputi, selimut, perlengkapan masak, logistik, dan perlengkapan kesehatan.
Pihaknya menegaskan, sesuai peta kerawanan bencana miliknya, ada 20 Kecamatan di Tuban berpotensi terjadi puting beliung. Tetapi ada tujuh kecamatan yang setiap tahunnya dipastikan mengalami bencana tersebut.
“Mulai Kecamatan Widang, Rengel, Soko, Parengan, Bangilan, Senori, dan Kecamatan Kenduruan,†bebernya.
Tujuh kecamatan yang menjadi langganan amuk puting beliung karena berada di lereng Pegunungan Kendeng Kapur Utara. Sehingga ketika angin kencang datang dari laut  akan menimbulkan pusaran angin di sekitarnya.
“Masyarakat sekitar harus mewaspadai ketika muncul awan Culumonimbus (Cb) dipastikan diiringi angin ribut,†jelasnya.
Diketahui, rumah Eny dan lima nggota keluargnya tergolong miskin. Dinding rumah terbuat dari sesek, dan alasnya menggunakan tanah urug kapur. Lokasinya berbatasan langsung dengan area persawahan.(aim)