Nelayan Pertanyakan CSR Migas

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Puluhan nelayan dari kelurahan Sidomulyo, Kingking, dan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mempertanyakan adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) dari industri Minyak dan Gas Bumi (Migas). Sebab, maraknya industri Migas yang beroperasi di laut utara Tuban, tidak sekalipun memberikan CSR kepada nelayan.

“Apakah dari ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) tidak ada CSR untuk nelayan,” kata seorang nelayan Kingking, Wawan, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui dalam sosialisasi zona keamanan dan keselamatan FSO Gagak Rimang, di Pendapa Kecamatan Tuban, Jumat (3/6/2016).

Dia menilai, nelayan Tuban di lima kecamatan memiliki hak memperoleh CSR. Sebab, termasuk masyarakat terdampak dari aktivitas industri Migas di Laut. Baik dari EMCL, maupun dari operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

“Selama ini belum ada bantuan program apapun yang nelayan terima,” akunya.

Sementara, pengurus Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Tuban, Muslih, kurang terbuka soal bantuan CSR tersebut. Hanya saja, mulai tahun ini CSR untuk nelayan langsung di urus Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Baca Juga :   Penambang Bersikukuh Bentuk KUD

“Langsung ditangani Pemda Tuban kedepannya,” sambungnya.

Ditanya soal berapa jumlah CSR, dan bentuk programnya. Pihaknya enggan membeberkan data tersebut. Menurutnya, bukan hanya industri Migas saja yang harus memberikan CSR. Semua perusahaan yang memiliki pelabuhan berkewajiban serupa.

Mulai PT PJB UBJOB PLTU, PT TPPI, PT Semen Indonesia, dan PT Holcim Indonesia, dan JOB P-PEJ.

Sebagaimana diketahui, EMCL selaku operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Setiap tahunnya rutin memberikan bantuan CSR kepada nelayan. Hampir tiap tahun nelayan di Kecamatan Palang memdapatkannya, mulai program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *