Sumur Tua Ledok Butuh Perhatian

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Keberadaan sumur minyak tua di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, butuh perhatian. Pasalnya, ratusan titik sumur tua di lapangan tersebut kurang produktif.

“Sehari hanya dioperasikan dua kali. Pagi dan sore hari saat minyak naik keatas,” kata Purwanto, salah satu penambang sumur minyak tua di Ledok, kepada Suarabanyuurip.com.

Menurutnya, dari aktivitasnya, hasil yang diperoleh penambang tak menentu. Kadang satu botol ukuran 1,5 liter, kadang juga satu batok helm. Bahkan, ada sumur yang berhenti total karena tidak ada dana untuk melakukan penambangan.

“Butuh biaya cukup besar untuk memaksimalkan sumur yang ada. Karena itu butuh perhatian baik dari pemerintah maupun pihak pertamina,” jelas Yunus, penambang lainnya.

Yunus menuturkan, banyak sumur yang tidak berproduksi karena mengalami masalah. Sehingga dibiarkan begitu saja oleh penambang. Musababnya tidak mampu untuk melakukan service maupun pengurasan sumur karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Penambang disini tidak punya cukup biaya. Berbeda cerita, jika ada investor yang punya dana besar mau berinvestasi,” terangnya.

Baca Juga :   Abdul Wahid : Industri Migas Ciptakan Kemiskinan

Sumur di Ledok, menurut dia masih asli peninggalan Belanda. Terbukti dari lubang Casing sumur yang rata-rata berdiameter 9 Inchi. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *