SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada seluruh petani tembakau untuk waspada serangan penyakit lanas pada tanaman tembakau.
“Penyakit ini dipengaruhi hujan dalam beberapa hari terakhir,” kata Kepala Bidang Usaha Perkebunan Dishutbun Bojonegoro, Khoirul Insan, kepada Suarabanyuurip.com.
Hujan yang terjadi beberapa hari ini akan menganggu pertumbuhan benih tembakau di persemaian, karena terserang penyakit lanas. Sehingga, pengaruh hujan yang terjadi mengakibatkan kondisi persemaian tanaman tembakau lembab.
“Pada kondisi lembab cendawan bernama phytopthora nicotianae akan mudah berkembang sehingga menyebabkan penyakit lanas,” imbuhnya.
Benih tembakau akan seperti terbakar meleleh kalau terserang penyakit lanas. Oleh karena itu, petani harus melakukan pencegahan berkembangnya penyakit lanas dengan menyemprotkan insektisida tujuh hari sekali.
“Fungsi inseksitida yang disemprotkan untuk menyeimbangkan suhu sehingga serangan lanas bisa berhenti,” katanya.Â
Untuk mencegah berkembangnya penyakit lanas, para petani tembakau juga harus membuka atap bedengan di pembenihan tembakau pada pagi hari dan menutup pada sore hari.Â
“Selain itu, petani tidak melaksanakan penyiraman tembakau di pembenihan sehabis turun hujan,” sarannya.
Sesuai data, sejumlah pabrikan, juga pengusaha tembakau, akan melakukan pembelian tembakau Virginia VO dan tembakau Jawa, pada musim tanam tahun ini mencapai 8.400 ton tembakau kering dengan luas kurang lebih 7000 hektar. (Rien)