SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum sepenuhnya tersalurkan hingga enjelang tutup tahun 2025. Sisa pupuk subsidi yang belum terserap mencapai 18.016 ton. Penyebabnya sebagian petani belum melakukan penebusan pupuk subsidi.
Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alat dan Mesin Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati mengatakan, belum semua pupuk subsidi tersalurkan. Persentase penyaluran untuk masing-masing jenis pupuk subsidi bervariatif.
“Tentu harapannya jangan sampai ada sisa di akhir tahun nanti,” katanya, Senin (15/12/2025).
Tatik merinci, penyaluran pupuk subsidi di Bojonegoro jenis NPK Phonska mencapai 90,71 persen. Tepatnya, dari alokasi 47.289 ton, telah tersalurkan sebanyak 42.895,36 ton. Sehingga, menyisakan sekitar 4.393,65 ton.
Kemudian Urea mencapai 87,69 persen dari alokasi sebesar 62.662 ton, telah tersalurkan sebanyak 54.948,04 ton. Sisa alokasi yang belum tersalurkan 7.713,96 ton.
Untuk pupuk organik sekitar 73,23 persen. Tepatnya, dari total alokasi 22.083 ton, terealisasi 16.172,34 ton. Sehingga masih terdapat 5.910,66 ton pupuk organik yang belum tersalurkan.
Jumlah total sisa pupuk subsidi di Kabupaten Bojonegoro yang belum tersalurkan sebanyak 18.016 ton. Jumlah ini terdiri dari pupuk NPK Phonska, Urea dan Organik.
”Memang pupuk belum semua disalurkan, itu disebabkan karena sebagian petani belum melakukan penebusan pupuk subsidi,” jelasnya.
Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menyampaikan petani diharapkan saat musim tanam tiba, segera melakukan penebusan pupuk subsidi. Sebab apabila tidak diserap, tentu akan menjadi sisa dan nanti dikembalikan ke pemerintah pusat.
“Kami berharap serapan pupuk di tingkat petani maksimal dan tidak ada sisa,” terangnya.(jk)





