BKS Miliki Pertimbangan Peningkatan Produksi Banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy‎

Bojonegoro – Meski sepakat ditinjau ulang terkait peningkatan jumlah produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur dari 165 ribu barel per hari (bph) ke kisaran 200 ribu bph. Badan Kerja Sama (BKS) Participating Interest (PI) Blok Cepu, memiliki pertimbangan.

Wakil Ketua BKS PI Blok Cepu, Ganesa Asykari mengungkapkan, diantara pertimbangannya adalah yang pertama, izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari 165 ribu ke 185 ribu diperlukan dan prosesnya memawakan waktu yang lama.

“Yang kedua, ada tambahan investasi,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com.

Kemudian yang ketiga, kata dia, selama harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Arjuna yang dipatok untuk minyak Banyuurip masih dibawah USD 60 per barrel maka tidak akan menarik. Sebab, menurutnya, saat ini fluktuasi harga minyak dunia masih sulit diprediksi.

“Sulit saat ini untuk membuat prediksi kemana harga minyak dunia, termasuk ICP Arjuna untuk kedepannya,” ucapnya.

Baca Juga :   Pertamina Belum Jadwalkan Sosialisasi Kilang

Pertimbangan terakhir, lanjut Ganesya, kalau puncak produksi 185 ribu bisa bertahan lebih lama antara 4 hingga 5 tahun dan setelahnya akan secara progresif menurun. Sedangkan kalau digenjot dikisaran 205 ribu tempo penurunan puncak produksi akan lebih cepat.

“Dan nantinya juga menurun,” ucap pria yang juga menjabat Direktur Utama PT. ADS ini.(Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *