SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Surabaya – PT Pertamina (Persero) hingga kini belum memastikan waktu sosialisasi mega proyek Nasional Kilang Tuban berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (Bph) kepada masyarakat Tuban, Jawa Timur. Rencana sosialisasi tersebut tentu akan dilakukan apabila waktunya sudah tepat.
“Untuk saat ini Pertamina secara intens melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat,” kata Area Manager Communication & Relation PT Pertamina MOR V, Heppy Wulansari, melalui pesan elektronik yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Selasa (20/9/2016).
Ditanya soal problem persiapan Kilang. Heppy menjelaskan, sejauh ini belum menemukan kendala berarti berkat kerjasama erat Pertamina, Rosneft, Pemerintah dan pemangku kepentingan. Kami tentu saja mohon dukungan dari masyarakat luas untuk kesuksesan mega proyek ini.
Saat ini Pertamina dan Rosneft fokus untuk menyelesaikan Bankable Feasibility Study dengan target penyelesaian pada Oktober 2016. Setelah itu, Basic Engineering Design menjadi fokus selanjutnya secara simultan.
Pertamina dan Rosneft bersama-sama dengan pemerintah komitmen untuk dapat melakukan percepatan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Kami menargetkan pekerjaan fisik mulai dapat dilakukan pada tahun depan, karena site preparation GRR Tuban relatif cepat.
‪”Sesuai rencana proyek ini akan dimulai tahun 2018 mendatang,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, penandatanganan perjanjian Kilang Tuban dilakukan di kantor Pusat Pertamina Jakarta pada hari Kamis (26/05) lalu, antara Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi dan Vice President for Refining Petrochemicals, Commerce and Logistics of OJSC Rosneft Oil Company Didier Casimiro.
Selain itu, turut hadir Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, beserta Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyaksikan penandatanganan tersebut.
Dalam perjanjian tersebut OJSC Rosneft Oil Company menawarkan data–data eksklusif yang dapat mempercepat perkembangan proyek GRR Tuban serta hak eksklusif untuk bekerjasama di sektor hulu di Rusia. Rosneft juga menunjukkan komitmennya memasok minyak mentah untuk proses pengolahan dengan harga paling kompetitif.
Terkait belanja modal, proyek GRR Tuban akan disesuaikan dengan hasil dari studi kelayakan, Basic Engineering Design (BED), dan Front-End Engineering Design (FEED). Nilai investasi proyek ini akan diputuskan setelah hasil analisa tuntas.
Adapun, proses konstruksi proyek GRR Tuban ditargetkan dapat selesai pada 2021. Saat ini, kedua perusahaan tengah berdiskusi secara intens mengenai aset hulu OJSC Rosneft Oil Company yang akan dikerjasamakan dengan Pertamina. (Aim)